Sebuah Pengalaman

Halo!! Setelah menjalani liburan yang cukup menjenuhkan karena kelamaan, akhirnya ada juga yang bisa ditulis :’))

Jadi begini, tulisan kali ini bisa dipastikan bersifat subjektif karena ini merupakan pengalaman pribadi yang benar-benar aku alami hingga sekarang :’))

NAH!

Kenapa sih tiba-tiba ngebahas hal beginian? Sebenernya, beberapa hari yang lalu aku sempet ditanya-tanya sama beberapa temen. Intinya sih mereka nanya, 
“Apa ga cape join projek A, projek B, projek C? Harus bikin ini, itu, segala rupa belum lagi harus nugas. Terus juga harus ngontak si P, si Q, si R, atau melakukan sesuatu yang sejenis dengan itu? Bukankah hal itu mungkin saja mengganggu waktu istirahat, waktu nugas? Kan cape...” Izinkan aku menjawab menggunakan tulisan yang sudah kubuat ya.

Well... Sebetulnya itu semua adalah sebuah pilihan. Aku pernah dengar sebuah kutipan yang isinya kurang lebih begini:
          
“Kegiatan yang paling menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar.”

Dibayar di sini bukan hanya berbicara tentang uang. Sebenarnya untuk saat ini, saat di masa masih belum memiliki tanggungan (?) bagiku uang bisa dinomor sekiankan. Yang terpenting adalah pengalaman. Seseorang megatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Dan itu memang benar adanya. Pengalaman membuat aku tumbuh, membuat aku belajar, dan juga membuat aku merasakan hal-hal baru. Contohnya, beberapa waktu lalu aku merasakan degdegan luar biasa sampe sakit perut untuk ketemu seseorang yang mempunyai wewenang terkait projek yang sedang aku kerjakan. Gugup parah. Tapi akhirnya ya... aman juga sih. Hehe ._. Pengalaman pertama yang mungkin ga akan didapatkan kalau aku ga gabung.

Tapi akupun tidak bisa menyalahkan apabila ada yang berpendapat bahwa hal-hal seperti ini tidak terlalu penting. Itu ga jadi masalah karena pendapat setiap orang pasti berbeda-beda. Namun di sini, aku sedikit menyayangkan beberapa respon negatif yang kudapat. Mungkin seperti itu...

Beberapa temanku sempet mengeluh karena aku mungkin sering sekali menolak ajakan mereka untuk sekedar hangout bareng dengan alasan ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Ada yang berkomentar negatif (meskipun sebenarnya masalah ini sudah selesai)  Nah.. ini sebenernya yang bikin kecewa diri ini. Sedih da kalo diceritain mah....

*jol curhat*

Hobiku bukan nulis. Tapi aku suka menulis. Dan tidak ada salahnya kan memanfaatkan kesempatan yang datang untuk menyalurkan apa yang kusuka. Salah satunya ya ke projek-projek tadi. Sebenernya hal itu juga berlaku untuk kesukaan apapun. Jika ada kesempatan untuk menyalurkannya ya salurkan saja. Kesempatan tidak datang dua kali. Manfaatkan begitu ada peluang, meskipun harus ada sesuatu yang dikorbankan.

Kemudian, beberapa waktu lalu aku juga sempet baca sebuah kutipan yang kurang lebih isinya seperti ini:

“Jangan menjadi orang yang terlalu bisa diandalkan. Nanti dimanfaatkan.”

Well... benarkah istilah tersebut?
Kenapa sampai ada asumsi bahwa orang yang dapat diandalkan akan dimanfaatkan ya? Padahalmah balik ke diri masing-masing. Iya ga sih? Orang yang dapat diandalkan dalam artian memiliki kemampuan mumpuni dalam suatu bidang sehingga dianggap lebih berpengalaman dan bisa menjadi contoh bagi yang lainnya. Jika memang merasa dimanfaatkan, ya tolaklah secara tegas. Diri sendirilah yang harus memiliki komitmen untuk menolak serta menerima itu semua. #tsah

Aku nulis lumayan panjang malem ini. Tapi sebenernya isinya curhat semua... Mudah-mudahan bisa diambil manfaat dari tulisan ini, ya. HAHA..

See u later on the next post xD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ksatria Web!

Gladion

Yap, itulah yang disebut perjuangan!