Langsung ke konten utama

Garyuun Akhirnya Muncul!!

Yosh… saatnya kamp pelatihan kelas kendo!
          Akhirnya acara sekolah yang kutunggu datang juga. Aku tak sabar untuk segera melakukan latihan kendo dengan sekolah-sekolah lain. Pengalaman seperti apa yang akan aku dapatkan nanti? Aku tak sabar…
          Oh iya, kelas kendo merupakan kelas wajib yang harus diikuti oleh para siswa. Dan biasanya, sekolahku dan beberapa sekolah yang perfekturnya sama, melakukan kamp pelatihan tiap tahun. Di acara tersebut, para siswa akan bersama-sama melakukan latihan gerakan dasar, latih tanding, juga latihan untuk pertahanan diri.
Sekarang sudah sore, lelah sekali. Setelah latihan berbagai macam gerakan dasar, sebelum istirahat kami diwajibkan mengikuti latih tanding. Hukumannya bagi yang kalah? Lakukan seratus kali gerakan ayunan pedang sebelum pergi istirahat!
Baiklah, sekarang giliranku. Aku tak boleh kalah. Seratus kali gerakan ayunan pedang? Ayolah… aku tak punya waktu untuk melakukannya. Aku sudah terlalu lelah.
          “Sepertinya, lawanku adalah siswa dari Kutogawa. Ini pasti akan menjadi pertandingan menarik.” kataku pada Yuuta.
          “Tunggu… ada yang aneh… matanya… matanya terlihat dingin....” ujar Yuuta.   
          “Ya.. aku rasa kau ada benarnya…. Matanya seolah berbicara…”
          Akupun segera bersiap. Setelah menggunakan pengaman, aku memberi hormat dan langsung memasang kuda-kuda. Fuuuh… ini dia.
          “Sobu, hajime!” wasit memberi aba-aba.
          Pertandingan latihan ini, terasa janggal. Aku merasakan tekanan yang berbeda. Apa ini? Kenapa aku terlalu berdebar-debar? Dia ini…. ini bukan semangat bertanding. Seperti, sesuatu yang menakutkan. Oh sial! Dia datang!
          “Ini dia!” ucap siswa dari Kutogawa itu. Dia memberiku tusukan penuh. Aku langsung bersiap untuk membelokan arah tusukannya, tapi….. DUKK! Ujung pedangnya tepat mengenai ujung pedangku. Cih, sial! Pedangku terlempar! Dia hebat…. Tapi tunggu dulu, dia masih menyerang?! Gawat! Tusukan penuh lagi, dan tanganku dengan reflek menutup arah tusukan pedangnya, lalu……… BRUAAAAAAAAK!!!
          “Kento!!!” teman-temanku berteriak.
          Sial, serangan macam apa tadi? Aku benar-benar terlempar. Kulihat wajahnya. Senyum itu, senyum kemenangan yang licik.
          “Masih.. be.. be….lum…. tung…gu..”
          “Kento!!!”
***
          Ah, sial. Kepalaku pening sekali. Aku sepertinya berada di ruang perawatan.
          “Hmmmggh…” jeritku pelan. Bahu kananku terasa nyeri.
          “Kento? Kau sudah sadar? Syukurlah…..” ucap seseorang.
          “Naoki.. kah?” tanyaku pelan.
          “Yo… Setelah mendengar kabar dari Yuuta, aku langsung pergi ke sini.” ucap Naoki sambil tersenyum. Meskipun aku dan Naoki berbeda sekolah, tetapi sekolah kami berada di perfektur yang sama.
          “Hhhh.. terimakasih. Yang lain ke mana?” tanyaku sambil tersenyum lemah.
          “Sebagian sedang bersiap untuk acara malam ini, Yuuta dan Mako sedang makan, mereka belum makan sejak siang.”
          “Souka…
          Ah, malam ini adalah jadwal untuk latih tanding antar sekolah. Aku sebagai perwakilan sekolah, malah tak bisa ikut. Selain itu, kamp pelatihan ini akan berjalan selama seminggu penuh. Dan di hari pertama bahuku sudah terkilir.
          “Oh iya, anak dari Kutogawa tadi…”
          “Namanya Bokuto. Dia adalah perwakilan terbaik dari sekolahnya. Namun, cara bertarungnya, sedikit berbeda dari biasanya…” ucap Mako yang baru masuk ke ruang perawatan.
          “Dari biasanya?” tanyaku tak paham.
          “Teman dekatnya bilang, sebelumnya dia tak pernah menyerang lawannya seekstrim itu. Itu adalah serangan berbahaya, yang bisa membuat tulang-tulangmu bergeser, bahkan retak dan patah.” timpal Yuuta.
          “Dia sudah melakukannya….” ucapku pelan sambil meringis.
          “Bahu kanan ya…. Ini buruk. Aku bukan kidal!” kataku lagi.
          “Bodoh! Kembali ke topik!” teriak Naoki kesal padaku.
          “Ah, kau benar. Lanjutkan Yuuta.” kataku.
          “Jadi, setelah dia berhasil lolos dari Magical Gate…”
          “Dia adalah korban insiden Magical Gate?!” kataku dan Naoki bersamaan.
          “Iya, dan tolong jangan potong ceritaku.” ucap Yuuta dengan gemas.
          “Maaf.”
          “Jadi, setelah dia lolos dari insiden itu, kepribadiannya berubah. Dulu, dia adalah orang yang tenang. Sekarang orang itu, selalu bertarung dengan….. hmm…. etto… nafsu untuk membunuh.” ujar Yuuta.
          “Jangan bercanda. Jadi dia tadi mencoba membunuhku? Dia gila.” ucapku sedikit ngeri.
          “Kemungkinan besar seperti itu. Benar-benar berbahaya.” timpal Mako.
          Aku menelan ludah. Jangan bercanda! Aku hampir mati dengan satu pukulan telak. Selain itu, jika benar dia adalah korban insiden Magical Gate, seharusnya namanya ada di database Magical Gate. Tapi, aku belum pernah melihatnya di daftar nama anak yang sudah selamat. Aneh….
          “Kento, tanyakan pada Gladion!” ucap Mako.
          “Benar, tanyakan padanya!” timpal Yuuta.
          “Tunggu, apa yang harus kutanyakan?” tanyaku tak paham.
          “Dasar bodoh. Tentang kemungkinan seseorang bisa lolos tanpa selamat dan diselamatkan dari insiden Magical Gate itu!” Timpal Naoki. Sepertinya dia kesal dengan pertanyaan bodohku. Tapi aku benar-benar tak mengerti tadi.
          “Oh.. baiklah. Saat ada kesempatan, aku akan tanyakan padanya.” jawabku.
          “Kau sudah sadar Kento?” seseorang tiba-tiba masuk ke ruang perawatan.
          “Terada-sensei? Ya. Aku sudah lebih baik sekarang. Hanya saja…..” aku terdiam dan memandang bahu kananku.
          “Terkilir ya? Kalau begitu istirahatlah malam ini. Jika kau sudah lebih baik, datanglah ke gedung olahraga untuk menonton. Tetapi jika kau ingin di sinipun tak jadi masalah. Hanya saja, mungkin kau akan sendirian. Karena Yuuta, Mako dan juga….. ah… siapa?”
“Naoki!” timpal Naoki.
“Ah, iya. Karena Yuuta, Mako, dan Naoki harus mengikuti acara malam ini.” sambung Terada-sensei.
          “Ya, tidak apa-apa. Aku akan beristirahat saja.” ucapku.
          “Baiklah kalau begitu, Yuuta, Mako, Naoki, ayo segera ke gedung olahraga!” ucap Terada-sensei.
          “Baik sensei! Kalau begitu, kami akan mengunjungimu setelah acara selesai nanti. Sampai jumpa.” ucap Yuuta.
          “Sampai jumpa Kento.” ucap Mako.
          “Jangan mati ya, sampai jumpa.” ujar Naoki.
          “Hei, sialan kau!” timpalku.
          Sepi. Seharusnya aku beristirahat, tapi sepertinya ini saat yang bagus untuk mengunjungi Gladion.Kabur? Ya! Hanya sebentar. Dan kebetulan sekali, Naoki telah membawa tasku kemari. Gladion controller milikku ada di sana.
          “Yosh.. Magical Gate Plug It!”
***
          “Pantas saja wajahmu pucat Kento. Aku harap bahumu segera pulih.”
          “Terimakasih Gladion. Aku juga berharap begitu. Jadi menurutmu bagaimana? Apakah mungkin dia bisa lolos begitu saja?” tanyaku pada Gladion.
          “Hmm.. Kemungkinan besar tidak. Aku tak pernah mendengar ada anak yang berhasil lolos dari cengkraman Deletloss. Dia tak pernah mengendurkan penjagaannya.” jawab Gladion.
          “Begitu ya…. Apa mungkin dia sengaja dikirim Deletloss?” batinku.
          “Kau harus tetap berhati-hati padanya Kento. Dia berbahaya. Jika ada hal yang mencurigakan tentangnya, hubungi aku secepatnya!” ucap Gladion tegas.
          “Ah, tentu!” jawabku.
          “Kau harus segera kembali Kento, kamp pelatihanmu…”
          “Benar! Aku lupa! Kalau begitu, sampai jumpa Gladion.” ucapku berpamitan.
          “Aku akan mencari info tentang hal ini. Kau tetaplah berhati-hati Kento!” ucap Gladion.
          “Ya! Terimakasih, Gladion.”
          Gladion menjawabnya dengan sebuah anggukan.
***
Di sisi lain… di dunia kegelapan, dimensi Deletloss.
          “Kerja bagus, lanjutkan rencanamu. Ingatlah targetmu Bokuto. Yuuki Kento!”
          “Tentu yang mulia Deletloss, akan kuhancurkan dia dengan cara apapun. Dan ketika emosi sudah mengendalikannya akan kupancing dia ke Magical Gate, agar aku bisa menghancurkannya bersamaan dengan Gladion.”
          “Bagus Bokuto, bagus….”
***
         
          “Jadi bagaimana? Apa kata Gladion?”
          “Apanya yang apa?” tanyaku.
          “Kuambil ayam katsumu, jika kau tak menjawabnya dengan benar!” ucap Naoki.
          “Kembalikan! Gladion bilang, dia belum pernah dengar. Dia juga menyuruhku untuk berhati-hati. Karena ada kemungkinan dia adalah kiriman Deletloss.” jawabku.
          “Sudah kuduga!” timpal Yuuta.
          “Gladion sedang menyelidikinya, jadi tenang saja dulu.” ucapku.
          “Siapa, dan apa yang sedang diselidiki?”
          “Ah, Bokuto?! Itu… ah, tidak… tidak ada.” ujar Mako gelagapan.
          “Aku harus pergi. Sudah saatnya ganti perban. Aku duluan teman-teman. Juga Bokuto, aku duluan.” ujarku sambil berlalu.
          Dari mana datangnya Bokuto itu? Aku kaget sekali.        
          “Kento, kita harus segera ke ruangan sekolah kita. Ada rapat!” ajak Yuuta setelah mengecek pesan dari Terada-sensei.
          “Oh, oke!”
          Aku, Yuuta, dan Mako berpisah dengan Naoki karena kami beda sekolah. Kami berjalan melewati lorong lalu tiba-tiba….
          “Yuuki Kento?!”
          “Arrgh! Apa yang kau lakukan? Bahu kananku…” ucapku sambil meringis, kemudian mulai berlutut menahan sakit. Seseorang menarik tanganku dengan keras.
          “Kento?!” ucap Yuuta dan Mako bersamaan.
          “Aku hanya mengembalikan letak tulangmu. Nanti malam. Di Pirates Area. Kutunggu kau!”
          “Bokuto! Kurang ajar!” ujar Yuuta.
          “Tenang Yuuta, Kento merasa……. baikan.” ucap Mako.
          “Bahuku……. tidak sakit. Bokuto, apa yang kau lakukan?” ucapku tak percaya.
          “Sudah kubilang kan. Aku tak mau melawan orang yang sedang cidera. Datanglah malam ini ke Pirates Area, dan segeralah mati!” jawab Bokuto sambil berlalu dan tersenyum licik.
          “Tunggu sialan!”
          “Mako, Yuuta! Sekarang lebih baik kita segera ke ruangan!” ajakku.
          “Kento….”
“Mako, Yuuta tenanglah. Aku akan mengalahkannya.”
“Ah?!”
“Aku janji!”
***
          “Kau akan pergi?”
          “Tidak.Selama tak ada ancaman, aku tak akan pergi. Ini perintah Gladion.” jawabku.
          “Siapa sebenarnya Bokuto itu?” batin Naoki.
          “Kento! Di belakangmu!” teriak Mako.
          Aku menghindar dengan cepat. Tusukan penuh?!
          “Itu berbahaya! Apa maksud…. Bokuto?! Kau…..”
          “Karena lama, aku memutuskan untuk menjemputmu!” ucap Bokuto.
          Ah, apa itu? Yuuta, Mako dan Kento terjebak di sebuah kurungan listrik?! Dari mana datangnya kurungan ini? Ah tunggu, tidak hanya mereka, para siswa dari sekolah lain….. semua orang selain aku ternyata ikut terjebak. Apa maksudnya ini?
          “Mereka akan selamat, apabila kau berhasil menang melawanku! Kutunggu kau di Pirates Area!” Bokuto pun menghilang. Licik sekali!
          “Yuuta, Mako, Naoki, hanya kalian yang melihat kalau aku ke Magical Gate kan?” tanyaku pada mereka.
          Mereka mengangguk bersamaan.
          “Tunggulah! Akan kuselamatkan kalian. Orang itu akan kukalahkan! Aku janji!”
          “Kento….. baiklah! Berjunaglah. Kami akan berusaha keluar dari sini sendiri!” timpal Naoki.
          “Ya, itu benar! Bertarunglah dengan tenang!” ujar Yuuta.
          “Ah, percayalah pada kami!” seru Mako.
          “Kalian…. Hhh.. Baiklah! Di latih tanding besok, aku akan melawan Bokuto yang dulu!” seruku mantap.
***
          “Gladion!?”
          “Saatnya webdive, Kento!” seru Gladion.
          “Ya! Aku pasti akan menyelamatkannya dan juga akan membebaskan semua orang yang terjebak dalam sangkar listrik itu!” timpalku.
          “Webdive, Gladion!”
***
          “Siapa yang harus aku lawan? Siapa WebKnight-nya Gladion?”
          “Aku tak tau, Kento. Tetaplah waspada.” jawab Gladion.
          “HAHAHA. Lama tak berjumpa, Gladion!”
          “Kau?! Garyuun?!”
          “Dia kah musuh kita sekarang?” batinku.
          “Aku tak menyangka, kau menjadi musuhku kali ini, Garyuun.” ujar Gladion.
          “Senang bisa melawanmu Gladion. Akan kukalahkan kau di sini. Pirates Area, akan menjadi kuburanmu!” seru Garyuun.
          “Jangan bercanda, aku belum mau mati. Banyak yang harus kulakukan dulu. Ayo Gladion!” timpalku dengan geram.
          “Tunggu dulu, Kento…. tak usah terburu-buru seperti itu.”
          “Bokuto?! Jadi…. kau memang merencanakan semua ini… kurang ajar!”
          “Kento, tenanglah. Aku rasa mereka bukan lawan yang mudah!” ucap Gladion.
          “Kau benar-benar. Kita harus berhati-hati Gladion.” jawabku. Aku pasti akan menyelamatkan Bokuto.
          “Bodoh, sudah Garyuun katakan bukan, area ini akan menjadikan kuburan untuk kalian berdua!” seru Bokuto.
          “Cih…”
          “MATILAH KALIAN!!”

(To be continued)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gladion

Halo… Sebelumnya, gue mau mengatakan “Minal Aidzin Walfaidzin” Mohon maaf lahir dan batin ya. Gue minta maaf apabila ada perkataan atau tulisan gue yang tidak berkenan di hati teman-teman. Gue juga hanya manusia biasa :’))
Nah, back to topic kali ini gue mau post tentang “Gladion” Ya pokoknya disimak saja Guys :D

Gladion, adalah seorang Ksatria Web yang fighter modenya berwujud seperti Gladiator (petarung bersenjata, seorang ahli pedang) dengan warna dominan kuning.
Jika Gladion berubah ke bentuk vehicle mode, ia akan beberbentuk seperti kereta steam uap jadul.

Gladion dulunya tinggal disebuah planet di galaksi Andromeda, tapi semua berubah saat Negara api menyerang planetnya itu dihancurkan oleh penjahat yang bernama DELETLOSS. Karena planetnya hancur, Gladion (satu-satunya orang yang selamat) yang sudah berubah menjadi bentuk data, berkelana di luar angkasa untuk mencari tempat tinggal baru. Setelah melakukan perjalanan dengan waktu yang cukup lama, atas bantuan ENGE, Gladion dimasukka…

Ksatria Web!

Kalian tahu Anime DENNOU BOUKENKI WEBDIVER atau yang lebih sering disebut WEBDIVER. Kalau yang ngga tau ya udah :(( Kalau yang lupa-lupa ingat, boleh liat post yang lain :”
Nah kali ini mau pos mengenai Ksatria Web yang terdapat di Anime Webdiver ini. Ksatria Web berjumlah 13 dan mereka menempati Site yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jelasnya :
A.Gladion Site Gladion Site merupakan site yang paling umum, dan banyak dikunjungi oleh manusia. Gladion Site ini berisi 8 Ksatria Web dan menjaga Area yang berbeda-beda. Ksatria Web yang berada di Gladion Site yaitu :

1.Gladion Menjaga area : Magical Gate (Pimpinan) Teknik : Granvulcan. Granblaster, Granblade, Granmagnum, GranShield, GranPunch, Victory Gladion, Victory Gladion Maxima.

2.Jaguaron
Menjaga area : Wind Area Teknik : Buster Shoot (Gathering Buster)

3.Sharkon
Menjaga area : Aqua Area Teknik : Aqua Tornado

4.Griffion
Menjaga area : Sky Area Teknik : Whooming Shoot

5.Phoenixion
Menjaga area : Volcanoes Area Teknik : Hit Wave


6.Garyun
Menjaga area : …

Review Dive 01 - WebKnight! Gladion

Ada yang tahu film Dennou Boukenki Webdiver? Mungkin hanya segelintir orang yang tau tentang anime robot yang satu ini. Kenapa gue berasumsi kaya gitu? Soalnya kalau misalnya film Webdiver banyak yang tau pasti bakalan banyak orang-orang yang ngepost gambar, film, lagu tentang webdiver ini. ya ngga? Hahaha. *heh*  Lanjut ngomong-ngomong soal webdiver jadi inget masa kecil gue dulu ketika film ini masih di puter di ANTV (2003-2004) sama Spacetoon (2005-2006).
Masih ada yang inget gak jalan ceritanya gimana? *hayo kalau pada lupa lagi sekarang gue share deh jalan ceritanya. Oke. Kita mulai..
Berlatarkan tahun 2100 dimana seluruh komputer diseluruh dunia sudah terhubung ke sebuah tempat permainan virtual yang gerbangnya disebut Magical Gate. Singkat cerita sang pemeran utama Yuki Kento sedang berusaha membuat akses sendiri ke Magical Gate dengan perantara sebuah "robot mainan" yang ia program sedemikian rupa. Awalnya Yuki Kento begitu kesulitan memprogram "mainannya" it…