Langsung ke konten utama

Vs Dragwon

“Yes!”
“Nice Shot! 3 point yang bagus!” seru Yuuta.
“Hai! Sankyu!” jawabku sambil tersenyum sumringah.
“Ayo pulang! Prof. Arisugawa sudah menunggu kita.” ajak Mako.
“Siap! Ayo!”
          Sebulan sejak insiden di Magical Gate dan itu masih menyisakan banyak misteri. Sial! Meskipun aku sudah berjuang sekuat tenaga bersama Gladion, aku tak bisa menyelamatkan banyak anak. Baru seperempat dari semua anak yang terjebak yang berhasil aku selamatkan, dan tentu saja tanpa sepengetahuan siapapun.
          Sepulang basket, Aku, Mako, dan Yuuta berjalan menuju tempat Prof. Arisugawa berada. Berjalan sambil mendribble bola basket. Hingga akhirnya kami sampai di Stasiun Pengendalian, di mana Prof. Arisugawa telah menunggu kami.
          “Oh, kalian sudah datang rupanya.” Prof. Arisugawa menyambut kami.
          “Ada apa prof?” tanyaku.
          “Lihatlah! Sudah banyak anak yang terselamatkan! Aku tak tahu kenapa hal ini kuberitahukan pada kalian. Tapi, aku harap kalian tidak terlarut dalam kesedihan kehilangan teman-teman kalian.” ujar Prof. Arisugawa.
          “Syukurlah! Kami ikut senang mendengaranya! Terimakasih Prof.” ujar Yuuta dan Mako hampir bersamaan. Aku hanya diam.
          “Hei Kento! Kau tak senang?” pertanyaan Mako membuatku tersentak kaget.
          “Ah, ten..tentu saja senang.” ucapku terbata. Kaget.
          “Kau aneh. Hahaha.” ujar Mako dan Yuuta meledek. Aku hanya tersenyum. Ayolah, bagaimana aku bisa senang. Lawan selanjutnya pasti lebih berat. Beban ini, sungguh sulit. Tapi aku tak boleh menyerah. Tidak boleh!
“Tuh lihat, malah melamun! Hahaha.” semuanya menertawankanku.
***
Cih! Kurang ajar. Deletloss sial! Akan kukalahkan kau!
“Hei, dribble mu aneh..”
“Ah, Ma…Mako.” ucapku. Kaget.
“Hahaha. Sudah kukira kau di sini. Pergi meninggalkan kami yang sedang berada di stasiun pengendali. Ada apa? Aku tau kau ada masalah. Jangan menyembunyikannya.”  tanya Mako.
“Masalah? Ah, itu hanya perasaanmu saja. Aku baik-baik saja.” jawabku sambil men-shot bola. Bles!! Masuk.
“Nice shot! Tertarik One on One? Jika kau kalah, ceritakan masalahmu. Bagaimana?” Mako tiba-tiba menantang.
“Jika aku menang?” tanyaku.
“Sejak kapan? Kau akan kalah. “ jawab Mako yakin.
“Fiuh.. baiklah! Kuterima. Jangan menyesal.” kataku akhirnya, sambil tersenyum percaya diri.
“Yosh! Hajimeru!” teriak Mako.
“Koi!”
Bola dimulai dariku. Sisi kiri kosong! Aku akan melewatinya……oke….Ah terbaca…sial…ke kanan….bola masih ada padaku…maju sekarang! Ah.. charging! Sial!
Mulai kembali…berputar….terobos…berhasil masuk….lay up….ah, Mako masih bisa mengejar. Sialan! Aku tak boleh kehilangan bola! Aku harus ke……ah, steal! Aku harus mendapatkannya lagi! Mako! Sial! Dia akan melakukan shot… Jangan masuk! Tidak! Ja……AH! Apa itu?
“Mako! Kau baik-baik saja?” tanyaku.
“AAAARRGGGHHH!!”
“Ma…..AARRRGGGGHHHH!!”
“Kento, rupanya kau di sini! Aku sudah menantimu. HAHAHAHA!!!” suara seseorang. Tapi siapa?
“SI..SIAPA KAU?!”
Tiba-tiba muncul awan hitam. Berbentuk naga! Menyeramkan. Hitam, pekat, penuh dengan petir.
“Aku? Panggil saja DRAGWON! Ku tunggu kau bersama Gladion di Space Area.” ucap awan berbentuk naga itu.
“Dragwon? Apa maumu? Le…..lepas….lepaskan. AAARRGGH!”
          “Hanya pertarungan dengan Gladion! Ku tunggu kau! HAHAHAHA!!”
          BRUUUKK! Aku dan Mako terjatuh, diikuti menghilangnya awan hitam berbentuk naga yang bernama Dragwon itu. Tubuhku bergetar. Mako terlihat tak sadarkan diri. Bertahanlah Mako. Kumohon!
          “A…aku…akan…me…melawanmu…Dragwon!” ucapku.
          “Ke…Kento…” seseorang memanggilku.
          “Mako! Su…syukurlah.”
          “Kalahkan Dragwon! Ku….kumohon.” kata Mako sambil meringis kesakitan.
          “Ma….Mako…”
          “Kumohon!” Mako bersikukuh.
          “Ba….baiklah! Tapi….aku antarkan kau ke rumah sakit terlebih dahulu.” ucapku akhirnya pada Mako.
          “Ya…terimakasih…”
          Dragwon! Sial! Kau sudah berani melukai teman-temanku! Tak akan kuampuni! Aku akan mengalahkanmu! Lihat saja!
          “Yosh! Magical Gate Plug In!”
***
          Aku tak percaya. Para penjahat itu mulai menyerang teman-temanku. Sial! Kalau begini, teman-temanku yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa akan menjadi korban. Aku harus bisa melindungi mereka! Harus!
          “Kento, apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” seru Gladion mengagetkanku.
          “Dragwon….” ujarku pelan.
          “Sudah kukira. Webdive Kento! Kita kalahkan dia!” ucap Gladion.
          “Ah, Gladion…. Baiklah! Ayo!” jawabku mantap sambil berlari.
          “WEBDIVE GLADION!”
***
          Gladion, ayo kita kalahkan Dragwon. Aku tak bisa memaafkan mereka yang berani melukai teman-tem anku. Akan kulindungi teman-temanku yang sangat berharga dengan seluruh kemampuanku. Pasti!
          “Kento?! Kento?!” Gladion memanggilku.
          “Ah, iya Gladion?! Ada apa?” jawabku kaget.
          “Fokuslah! Dragwon bukanlah lawan yang mudah. Jika kau ragu-ragu, tak akan ada kesempatan untuk menang, Kento!” ucap Gladion. Aku hanya terdiam.
          “Kumohon Kento. Bertarunglah sekuat tenaga.” ujar Gladion lagi.
          “Ya! Aku akan berusaha!” jawabku disertai anggukan mantap,
          Dragwon. WebKnight macam apa kau? Sekuat apa? Dan apakah kau memiliki Webdiver? Siapa dia? Tunggu kami, agar bisa mengalahkanmu!
          “Ini dia Space Area. Di mana kau Dragwon?” Gladion berteriak.
          “Di sini! HAHAHAHAH!” jawab Dragwon yang muncul tiba-tiba dihadapan aku dan Gladion.
          “Oi, sudah lama tak berjumpa ya Kento.” ucap Webdiver Dragwon.
          “Ah, k…kau Na..Naoki!” jawabku tak percaya.
          “Kalian sudah saling mengenal ya, Naoki, Kento-kun.” Kata Dragwon.
          “Tentu saja. Aku harus mengenal orang yang harus kubunuh.” ujar Naoki.
          “Apa? Bunuh?” aku benar-benar kaget.
          “Cih, tak akan kubiarkan itu terjadi!” ucap Gladion. Mantap!
          “Gladion….” ucapku pelan.
          “Kita mulai saja pertarungannya. Ayo Dragwon.” Naoki berteriak.
          “HAAAAAAAAAAAAA!!!”
          Sial aku belum siap. Mereka cepat sekali. Aku harus segera menghindar!
          “Awas Gladion! Fiuh.. hampir saja.” ucapku.
          “Di belakang Kento… UAARRGGH!” aku dan Gladion terkena serangan Dragwon.
          Sial! Sakit.. tapi aku tak boleh menyerah. Naoki, aku harus menyelamatkan Naoki. Satu-satunya cara adalah dengan mengalahkannya dan juga Dragwon. Akira meruna!!
          “Kento WebChange!” teriak Gladion.
          “Yosh! Web change Gladion Fighter Mode!”
          “Naoki kita juga WebChange!” ucap Dragwon.
          “Baik! Web change Dragwon Fighter Mode!” teriak Naoki.
          Ah, Dragwon juga, melakukan perubahan. Sekarang kami sama-sama menggunakan Fighter mode. Tapi aku yakin, aku dan Gladion pasti menang! Pasti.
          “Ayo, Gladion!”
          “Ya!”
          Pertarungan besar terjadi antara Aku, Gladion dan Naoki, Dragwon. Naoki, kau yang dulu selalu bersemangat, lalu melindungiku ketika aku dalam bahaya, sekarang malah ingin membunuhku. Deletloss, kurang ajar! Dia telah berani mencuci otak teman-temanku yang lain, dan juga Naoki. Tak akan kuampuni dia!
          “Kento!! Matilah kau!”
          “Hentikan Naoki, kau sedang dikendalikan! Kau bukan Naoki yang sebenarnya. Naoki! Naoki! Ingatlah keluargamu. Mereka menunggu kepulanganmu. Aku, Yuuta dan Mako ingin berkumpul bersamamu lagi. Kumohon! Sadarlah!”
          “Percuma saja Kento!” ucap Gladion.
          “Apa?”
          “Satu-satunya yang Naoki pikirkan sekarang adalah membunuhmu, Kento!” Gladion menjelaskan.
          “Aku akan mengalahkanmu dan menyadarkanmu NAOKI!! HAAAA!”
          “Diam kau! Rasakan ini Planet Strike!” teriak Naoki.
          “AAAAARRRGGGHHH!!”
          Ah, kekuatan macam apa ini? Aku dan Gladion tak bisa bergerak. Dan power Gladion terus turun. Bertahanlah. Kumohon Gladion. Kumohon.
“AAAHHH!! Kento!!” Gladion berhasil bangkit.
“Gladion….Hah…Hah…” ucapku pelan.
“Kau baik-baik saja kan?” Gladion bertanya padaku.
“Ya. Ayo, kita selesaikan pertarungan ini!” ucapku mantap.
“Baiklah!”
Kita harus menang Gladion! Ayo, kita kalahkan Dragwon!
“Percuma bodoh!” ujar Naoki.
Aku dan Gladion siap mengeluarkan kartu truf kami.
“Break…”
“Bodoh! Black Hole Cannon!” seru Naoki dan Dragwon.
“Aah… AAAARRGHH!”
“Kami menang..”

***
Ah, sakit sekali. Perlahan dan akhirnya meledak. Aku dan Gladion sudah kalah. Kalah, dan perlahan menghilang. Sampai jumpa… Maafkan aku tak bisa menyelamatkan lebih banyak anak-anak lagi. Kita sudah berjuang Gladion. Bisa berjuang bersamamu adalah suatu kehormatan bagiku. Sampai jumpa….
***
          Di mana ini? Tempat ini terasa asing bagiku. Sepi. Apakah aku sudah mati? Ah, anak-anak yang terjebak. Apakah mereka selamat? Aku harap Prof. Arisugawa bisa menyelamatkan mereka…
          “Kento?!”
          Ah, seseorang memanggilku. Suara ini, aku tahu. Aku pernah mendengarnya. Siapa dia?
          “Kento?!” seseorang lalu muncul.
          “Kau.. Gladion?!” aku kaget.
          “Kento, kau sudah sadar sekarang. Aku lega.” ujar Gladion.
          “Gladion…sebenarnya di mana ini?” tanyaku.
          “Ini adalah pusat pikiranku, Kento. Oh, iya sebelum aku lupa jika kau tak bisa bangkit maka dalam 5 menit kita berdua benar-benar akan lenyap Kento.”
          “Apa katamu?”
          “Ya. Aku tak bisa menahan keberadaanku lebih lama lagi di sini. Jika kau bangkit Kento, aku akan kembali. Jika tidak, baik kau ataupun aku akan musnah. Aku hanya bisa memberimu saran. Dengarkan baik-baik ‘Pikirkan apa yang ingin kau tuju dengan menjadi diver-ku dan fokuslah terhadap perasaanmu mengenai hal itu.’ Yosh. Aku mengandalkanmu Kento.” ucap Gladion sambil perlahan menghilang.
          Aku terdiam. Apa yang harus kulakukan sekarang. Gladion… Baiklah, aku harus pikirkan apa yang ingin aku tuju dengan menjadi diver gladion dan fokuslah terhadap perasaanku mengenai hal itu.
          Fokus. Fokus. Fokus.
          Ah, apa ini. Terasa samar. Aku mulai bisa merasakannya. Gladion yang secara perlahan menghilang. Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Apa lagi? Mako! Dia sedang terluka sekarang. Sekarang Yuuta, dia… menghilang. Yuuta…
          “Kento, sadarlah! Kento..”
          Suara itu… terasa samar. Siapa? Kenapa?
          “Kumohon sadarlah! Kento!”
          Ah, benar itu Yuuta. Ternyata kau selamat ya? Baguslah, Tunggulah, aku akan membawakan Naoki untuk kalian, Mako, Yuuta. Agar kita berempat bisa berkumpul kembali.
          “Kento!! BANGKITLAH!”
          Ah! Benar juga itulah tujuanku menjadi diver Gladion. Untuk mengembalikan Naoki. Untuk mengembalikan anak-anak di seluruh dunia yang terjebak di Magical Gate. Itu benar.
          “Kento…”
          “Gladion…”
          “Bangkitlah kembali, KENTO!”
          “HAAAAAAA!!!!”
          Perasaan ini. Semangat ini. Jiwa Ksatria. Ksatria pembela kebenaran. Itulah aku YUUKI KENTO!
          “Ah, cahaya apa itu?” tanya Dragwon.
          “Kento telah bangkit! Sudah kuduga!” ucap Naoki. Senang.
          “Diam kau!” teriak Dragwon dan menembakan senjatanya ke arah Naoki.
          “Ah, Naoki! Dragwon sialan!”
          “Gladion! Tak kusangka kau..”
          “Dragwon tekad diver adalah senjata terbaik.” jawab Gladion mantap.
          “Diam kau!” ucap Dragwon tak mau kalah sambil memaksa Naoki dive ke dalamnya.
          “Dragwon kurang ajar! Jangan seenaknya memanfaatkan Naoki! Tak akan kuampuni kau! Akan kukalahkan kau!” aku berteriak.
          “Jangan melawak kau! Memangnya apa yang bisa kau lakukan?” Dragwon menyahut.
          “Rasakan ini! Ayo Gladion. HAAAAAAA!”
          “Aku tak mungkin kalah dengan bajingan sepertimu, Kento!! Gladion!!”
          “Makeru monka!!
          Dragwon, matilah kau! Akan kukembalikan kau juga Naoki. Bangkitlah kembali menjadai KsatriaWeb pembela kebenaran. Kumohon Dragwon, Naoki!
          “Ayo Kento, sekarang!!” teriak Gladion.
          “BREAK SLASH!!”
***
          Mako! Mako! Mako! Bagaimana keadaannya sekarang? Yuuta juga, kenapa tak ada di rumahnya? Mereka selalu mebuatku khawatir. Cih… Ah, ini dia lantai 3. Yosh, kuharap kau baik-baik saja Mako..
          “Ciss! Mako?!” aku memberi salam.
          “Ciss. Hai Kento.” sapa Mako sambil tersenyum.
          “Kemana saja kau?” tanya Yuuta.
          “Mako?! Yuuta?! Kalian baik-baik saja? Syukurlah… Aku lega melihatnya.” ucapku penuh syukur.
          “Hei! Kau tak menyapaku?” tanya sesorang.
          “Na… NAOKI!” jawabku, kaget.
“Yo. Lama tak bertemu?!” ucap Naoki sambil tersenyum.
          Ah, Gladion ini hanya salah satu dari pertarungan besar yang akan kualami nanti. Aku harus membuat diriku lebih kuat. Aku berjanji akan terus berusaha. Aku yakin dengan bertambahnya pengalamanku akan membuat kita semakin kuat. Aku yakin.
          “Ngomong-ngomong, One on One kita belum selesai kan Kento?” tanya Mako.
          “Kau sedang sakit dan lebih baik istirahat. Nah Yuuta, Naoki ayo kita bermain basket.” ucapku mantap.
          “Ya! Ayo!” jawab Yuuta dan Naoki bersamaan.



          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gladion

Halo… Sebelumnya, gue mau mengatakan “Minal Aidzin Walfaidzin” Mohon maaf lahir dan batin ya. Gue minta maaf apabila ada perkataan atau tulisan gue yang tidak berkenan di hati teman-teman. Gue juga hanya manusia biasa :’))
Nah, back to topic kali ini gue mau post tentang “Gladion” Ya pokoknya disimak saja Guys :D

Gladion, adalah seorang Ksatria Web yang fighter modenya berwujud seperti Gladiator (petarung bersenjata, seorang ahli pedang) dengan warna dominan kuning.
Jika Gladion berubah ke bentuk vehicle mode, ia akan beberbentuk seperti kereta steam uap jadul.

Gladion dulunya tinggal disebuah planet di galaksi Andromeda, tapi semua berubah saat Negara api menyerang planetnya itu dihancurkan oleh penjahat yang bernama DELETLOSS. Karena planetnya hancur, Gladion (satu-satunya orang yang selamat) yang sudah berubah menjadi bentuk data, berkelana di luar angkasa untuk mencari tempat tinggal baru. Setelah melakukan perjalanan dengan waktu yang cukup lama, atas bantuan ENGE, Gladion dimasukka…

Review Dive 01 - WebKnight! Gladion

Ada yang tahu film Dennou Boukenki Webdiver? Mungkin hanya segelintir orang yang tau tentang anime robot yang satu ini. Kenapa gue berasumsi kaya gitu? Soalnya kalau misalnya film Webdiver banyak yang tau pasti bakalan banyak orang-orang yang ngepost gambar, film, lagu tentang webdiver ini. ya ngga? Hahaha. *heh*  Lanjut ngomong-ngomong soal webdiver jadi inget masa kecil gue dulu ketika film ini masih di puter di ANTV (2003-2004) sama Spacetoon (2005-2006).
Masih ada yang inget gak jalan ceritanya gimana? *hayo kalau pada lupa lagi sekarang gue share deh jalan ceritanya. Oke. Kita mulai..
Berlatarkan tahun 2100 dimana seluruh komputer diseluruh dunia sudah terhubung ke sebuah tempat permainan virtual yang gerbangnya disebut Magical Gate. Singkat cerita sang pemeran utama Yuki Kento sedang berusaha membuat akses sendiri ke Magical Gate dengan perantara sebuah "robot mainan" yang ia program sedemikian rupa. Awalnya Yuki Kento begitu kesulitan memprogram "mainannya" it…

Ksatria Web

Kalian tahu Anime DENNOU BOUKENKI WEBDIVER atau yang lebih sering disebut WEBDIVER. Kalau yang ngga tau ya udah :(( Kalau yang lupa-lupa ingat, boleh liat post gue yang lain :”
Nah kali ini gue mau ngepost tentang KsatriaWeb yang terdapat di Anime Webdiver ini. KsatriaWeb berjumlah 13 dan mereka menempati Site yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jelasnya :
A.Gladion Site Gladion Site merupakan site yang paling umum, dan banyak dikunjungi oleh manusia. Gladion Site ini berisi 8 KsatriaWeb yang menjaga Area yang berbeda. Ksatria Web yang berada di Gladion Site yaitu :
1.Gladion Menjaga area : Magical Gate (Pimpinan) Teknik : GranVulcan. GranBlaster, GranBlade (BigSlace, VictorySlace (Khusus ketika Victory Mode)), GranMagnum (BigShoot, VicoryShoot (Khusus ketika Victory Mode)), GranShield, GranPunch.

2.Jaguaron
Menjaga area : Wind Area Teknik : Buster Shoot (Gathering Buster)

3.Sharkon
Menjaga area : Aqua Area Teknik : Aqua Tornado

4.Griffyon
Menjaga area : Sky Area Teknik : Whooming Shoot

5.Phoenixio…